<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292</id><updated>2011-10-24T07:40:17.569-07:00</updated><category term='RNA'/><category term='DNA'/><category term='Test'/><title type='text'>info BIOTEKNOLOGI</title><subtitle type='html'>Blog 0020 - Kliping Internet Bioteknologi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-6148673489759252439</id><published>2009-12-29T22:04:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T22:07:11.446-08:00</updated><title type='text'>Adopsi Bioteknologi Perlu Kemauan Politik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SzruB6KIdZI/AAAAAAAAAUA/X7GEHZZ83sM/s1600-h/biotechnology.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 352px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SzruB6KIdZI/AAAAAAAAAUA/X7GEHZZ83sM/s400/biotechnology.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420906818052846994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalangan ahli bioteknologi menyatakan adopsi bioteknologi pertanian di Indonesia memerlukan kemauan politik yang kuat terutama dari penentu kebijakan di dalam negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur SEAMO-Biotrop Bambang Purwantara di Jakarta, Jumat (4/12), mengatakan, apabila Indonesia tidak mengantisipasi berkembangnya bioteknologi pertanian maka ke depan akan tetap menjadi pengimpor bahan pangan pokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dukungan terhadap peningkatan kemauan SDM, dana penelitian, akses informasi dan kemudahan instrumen peraturan perundangan terhadap adopsi bioteknologi pertanian perlu lebih kuat diwujudkan oleh pemerintah," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pemerintah belum juga menuntaskan pembentukan Komisi sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 2005, adopsi bioteknologi di Indonesia tetap akan berjalan di tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu dalam seminar bertajuk "Regulasi Produk Biotek: Status Terkini dan Aplikasinya" terungkap bahwa pangan biotek yang saat ini banyak dikembangkan melalui teknologi rekayasa genetika mempunyai tingkat keamanan yang sama dengan pangan konvensional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu, menurut konsultan bioteknologi pangan dan pertanian yang juga mantan Koordinator Bioteknologi FDA (Badan Pangan dan Obat-obatan AS) James Maryansi, didasarkan pada perbandingan hasil uji yang dilakukan terhadap pangan bioatek dan pangan konvensional selama 12 tahun komersialisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua jenis pangan biotek, lanjutnya, telah melalui uji yang sangat ketat yang meliputi uji keamanan pangan dan lingkungan dan telah mendapat ijin sebelum dipasarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita dapat pastikan bahwa pangan biotek tingkat keamanannya sama dengan pangan konvensional," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan, selama 2008 sebanyak 13,3 juta petani di 25 negara, 15 diantaranya adalah negara berkembang telah menanam tanaman biotek seluas 125 juta hektar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa jenis tanaman pangan yang telah dikembangkan secara komersial di banyak negara seperti jagung Bt jangan jagung toleran herbisida di Philipina, AS dan Afrika Selatan, kedelai Bt di Brasil dan Argentina, serta tomat, paprika dan pepaya di Cina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Kepala Deputi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Dedi Fardiaz menyatakan semua produk pangan rekayasa genetik domestik maupun impor wajib melalui pengkajian keamanan terlebih dulu sebelum diedarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika pangan produk rekayasa genetika sudah dinyatakan aman untuk dikonsumsi dan dijual dalam kemasan eceran, maka label pangan wajib mengikuti PP no 69/1999 tentang Label dan Iklan Pangan sesuai dnegan nilai threshold tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar bioteknologi pangan itu, Indonesia menaruh perhatian terhadap bioteknologi melalui dukungan pada peraturan produk rekayasa genetika tersebut diantaranya PP No. 21/2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika, selain itu Pedoman Pengkajian Keamanan Pangan Produk Rekayasa Genetika yang dikeluarkan BPOM pada 2008. (Ant/OL-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/04/109686/23/2/Adopsi-Bioteknologi-Perlu-Kemauan-Politik&lt;br /&gt;4 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://www.utpa.edu/faculty/materon/3401/mainimages/biotechnology.gif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-6148673489759252439?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/6148673489759252439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/12/adopsi-bioteknologi-perlu-kemauan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/6148673489759252439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/6148673489759252439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/12/adopsi-bioteknologi-perlu-kemauan.html' title='Adopsi Bioteknologi Perlu Kemauan Politik'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SzruB6KIdZI/AAAAAAAAAUA/X7GEHZZ83sM/s72-c/biotechnology.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-1810898541384023539</id><published>2009-08-15T07:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T07:48:02.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Test'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RNA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DNA'/><title type='text'>Pengertian Test DNA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SobKkK9Aa8I/AAAAAAAAAQY/QK_KSUxe2ws/s1600-h/edwards-dna-test.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 304px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SobKkK9Aa8I/AAAAAAAAAQY/QK_KSUxe2ws/s400/edwards-dna-test.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370202328450231234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rebutan anak, mencari orangtua kandung hingga pembuktian teroris membuat tes DNA menjadi hal utama yang paling ditunggu. Seperti apa tes DNA itu? Mahalkah biaya yang dikeluarkan? Membuktikan identifikasi seseorang lewat tes DNA ternyata tidak semahal yang dikira. Membuktikan sebuah kebenaran memang ada harganya. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri, tes DNA yang tersedia di Indonesia pun sudah tergolong murah dan akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes DNA saat ini sudah makin familiar, apalagi dengan bermacam kasus yang terjadi di Indonesia. Mulai dari kasus pembuktian anak Mayang Sari, pembunuhan berantai Ryan, kasus bom JW Marriot dan Ritz Carlton, serta kasus perburuan teroris Noordin M Top yang baru-baru ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat tes DNA, proses penyelidikan pun terbantu dan kebenaran lebih mudah terungkap. Tes DNA biasanya dilakukan untuk tujuan pribadi maupun tujuan umum seperti kasus-kasus untuk kepentingan penyelidikan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA inilah yang menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang digunakan dalam tes DNA adalah dengan mengidentifikasi fragmen-fragmen dari DNA itu sendiri. Atau secara sederhananya yaitu metode untuk mengidentifikasi, menghimpun dan menginventarisir file-file khas karakter tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam inti sel, DNA membentuk satu kesatuan untaian yang disebut kromosom. Setiap sel manusia yang normal memiliki 46 kromosom yang terdiri atas 22 pasang kromosom somatik dan 1 pasang kromosom sex (XX atau XY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak akan menerima setengah pasang kromosom dari ayah dan setengah pasang kromosom lainnya dari ibu sehingga setiap individu membawa sifat yang diturunkan baik dari ibu maupun ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap orang itu punya DNA yang berbentuk double helix atau rantai ganda, satu rantai diturunkan dari ibu dan satu rantai lagi diturunkan dari ayah," ujar dr Munim Idris, ahli forensik dari RSCM, Jumat (14/8/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kalau mau cek, misalkan anak kandung atau bukan, bisa dilihat dari susunan DNA anak, lalu dibandingkan dengan kedua orang tuanya. Kalau susunan DNA ibu dan ayah itu ada pada anak, berarti dia anak kandung mereka," ujar Munim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua bagian tubuh dapat digunakan untuk sampel tes DNA, tetapi yang sering digunakan adalah darah, rambut, usapan mulut pada pipi bagian dalam dan kuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampel DNA yang digunakan bisa dari inti sel maupun mitokondrianya. Namun yang paling akurat adalah inti sel karena inti sel tidak bisa berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biasanya yang kita gunakan adalah sampel darah karena lebih gampang. Tapi sel darah yang diambil adalah sel darah putih, bukan sel darah merah, karena sel darah merah tidak mempunyai inti sel," ujar Munim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akurasi kebenaran tes DNA hampir mencapai 100% akurat. Kesalahan pola DNA bisa saja terjadi, tapi sangat kecil kemungkinannya, mungkin satu diantara satu juta. "Biasanya karena human error atau interpretasi yang salah," ujar Munim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode tes DNA yang umumnya digunakan adalah metode elektroforesis DNA. "Metode yang kami gunakan sudah sesuai standar FBI," ujar Munim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan metode tes DNA yang terbaru adalah dengan menggunakan kemampuan partikel emas berukuran nano untuk berikatan dengan DNA. Namun metode ini masih dikembangkan di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya tahapan metode tes DNA dengan cara elektroforesis meliputi beberapa tahapan berikut yaitu:&lt;br /&gt;1. Preparasi sampel dan pengambilan sampel DNA (isolasi) dari bagian tubuh.&lt;br /&gt;2. Pemurnian DNA dari kotoran-kotoran seperti protein menggunakan teknik sentrifugasi atau filtrasi vakum.&lt;br /&gt;3. Pemasukan sampel DNA yang telah dimurnikan kedalam mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) sebagai tahapan amplifikasi.&lt;br /&gt;4. Hasil amplifikasi ini adalah kopi urutan DNA lengkap dari DNA sampel.&lt;br /&gt;5. Karakterisasi kopi urutan DNA dengan elektroforesis untuk melihat pola pitanya.&lt;br /&gt;6. Tahapan typing untuk memperoleh tipe DNA.&lt;br /&gt;7. Finishing untuk mencocokan tipe-tipe DNA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena urutan DNA setiap orang berbeda maka jumlah dan lokasi pita DNA (pola elektroforesis) setiap individu juga berbeda. Mesin PCR akan membaca data-data DNA dan menampilkannya dalam bentuk angka-angka dan gambar-gambar identifikasi DNA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biasanya hasil tes DNA bisa dilihat 2 minggu setelah pemberian sampel, tapi paling cepat bisa 3 hari untuk keperluan kepolisian," tutur Munim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu biaya tes DNA masih mencapai Rp 10 jutaan. Namun kini sudah lebih murah. Di Amerika Serikat biaya tes DNA hanya sekitar 400 dolar dan 500 dolar atau sekitar Rp 4 juta -Rp 5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Lembaga Biologi Molekul Eijkman Indonesia, biaya untuk tes DNA tergolong cukup murah dibanding tempat-tempat swasta. "Biaya per sampelnya 2,5 juta. Jadi kalau mau tes anak, semuanya 7,5 juta, karena dengan ibu dan bapaknya," ujar Munim. Biaya ini sudah termasuk biaya konsultasi pemeriksaan identifikasi DNA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, perlu membuktikan kebenaran? Tes saja lewat DNA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.forumkami.com/forum/pendidikan/17853-pengertian-tes-dna-arti.html&lt;br /&gt;15 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://z.about.com/d/politicalhumor/1/0/5/E/2/edwards-dna-test.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-1810898541384023539?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/1810898541384023539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/08/pengertian-test-dna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/1810898541384023539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/1810898541384023539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/08/pengertian-test-dna.html' title='Pengertian Test DNA'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SobKkK9Aa8I/AAAAAAAAAQY/QK_KSUxe2ws/s72-c/edwards-dna-test.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-5279648761882768488</id><published>2009-08-15T07:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T07:43:49.474-07:00</updated><title type='text'>Pengertian DNA dan RNA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SobJm7KxqXI/AAAAAAAAAQQ/SNjX0H2djZA/s1600-h/RNA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SobJm7KxqXI/AAAAAAAAAQQ/SNjX0H2djZA/s400/RNA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370201276240996722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DNA dan RNA &lt;br /&gt;Asam nukleat adalah polinukleotida yang terdiri dari unit-unit mononukleotida, jika unit-unit pembangunnya dioksinukleotida maka asam nukleat itu disebut dioksiribonukleat(DNA) dan jika terdiri dari unit-unit mononukleotida disebut asam ribonukleat(RNA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DNA dan RNA mempunyai sejumlah sifat kimia dan fisika yang sama sebab antara unit-unit mononukleotida terdapat ikatan yang sama yaitu melalui jembatan fosfodiester antara posisi 3′ suatu mononukleotida dan posisi 5′ pada mononukleotida lainnya(Harpet, 1980).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam-asam nukleat seperti asam dioksiribosa nukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA) memberikan dasar kimia bagi pemindahan keterangan di dalam semua sel. Asam nukleat merupakan molekul makro yang memberi keterangan tiap asam nukleat mempunyai urutan nukleotida yang unik sama seperti urutan asam amino yang unik dari suatu protein tertentu karena asam nukleat merupakan rantai polimer yang tersusun dari satuan monomer yang disebut nukleotida(Dage, 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tipe utama asam nukleat adalah asam dioksiribonukleat(DNA) dan asam ribonukleat(RNA). DNA terutama ditemui dalam inti sel, asam ini merupakan pengemban kode genetik dan dapat memproduksi atau mereplikasi dirinya dengan tujuan membentuk sel-sel baru untuk memproduksi organisme itu dalam sebagian besar organisme, DNA suatu sel mengerahkan sintesis molekul RNA, satu tipe RNA, yaitu messenger RNA(mRNA), meninggalkan inti sel dan mengarahkan tiosintesis dari berbagai tipe protein dalam organisme itu sesuai dengan kode DNA-nya(fessenden, 1990).&lt;br /&gt;Meskipun banyak memiliki persamaan dengan DNA, RNA memiliki perbedaan dengan DNA, antara lain yaitu(Poedjiati, 1994):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagian pentosa RNA adalah ribosa, sedangkan bagian pentosa DNA adalah dioksiribosa.&lt;br /&gt;2. Bentuk molekul DNA adalah heliks ganda, bentuk molekul RNA berupa rantai tunggal yang terlipat, sehingga menyerupai rantai ganda.&lt;br /&gt;3. RNA mengandung basa adenin, guanin dan sitosin seperti DNA tetapi tidak mengandung timin, sebagai gantinya RNA mengandung urasil.&lt;br /&gt;4. Jumlah guanin dalam molekul RNA tidak perlu sama dengan sitosin, demikian pula jumlah adenin, tidak perlu sama dengan urasil.&lt;br /&gt;Selain itu perbedaan RNA dengan DNA yang lain adalah dalam hal(Suryo, 1992):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ukuran dan bentuk&lt;br /&gt;Pada umumnya molekul RNA lebih pendek dari molekul DNA. DNA berbentuk double helix, sedangkan RNA berbentuk pita tunggal. Meskipun demikian pada beberapa virus tanaman, RNA merupakan pita double namun tidak terpilih sebagai spiral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Susunan kimia&lt;br /&gt;Molekul RNA juga merupakan polimer nukleotida, perbedaannya dengan DNA yaitu:&lt;br /&gt;a. Gula yang menyusunnya bukan dioksiribosa, melainkan ribosa.&lt;br /&gt;b. Basa pirimidin yang menyusunnya bukan timin seperti DNA, tetapi urasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lokasi&lt;br /&gt;DNA pada umumnya terdapat di kromosom, sedangkan RNA tergantung dari macamnya, yaitu:&lt;br /&gt;a. RNA d(RNA duta), terdapat dalam nukleus, RNA d dicetak oleh salah satu pita DNA yang berlangsung didalam nukleus.&lt;br /&gt;b. RNA p(RNA pemindah) atau RNA t(RNA transfer), terdapat di sitoplasma.&lt;br /&gt;c. RNA r(RNA ribosom), terdapat didalam ribosom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fungsinya&lt;br /&gt;DNA berfungsi memberikan informasi atau keterangan genetik, sedangkan fungsi RNA tergantung dari macamnya, yaitu:&lt;br /&gt;a. RNA d, menerima informasi genetik dari DNA, prosesnya dinamakan transkripsi, berlangsung didalam inti sel.&lt;br /&gt;b. RNA t, mengikat asam amino yang ada di sitoplasma.&lt;br /&gt;c. RNA t, mensintesa protein dengan menggunakan bahan asam amino, proses ini berlangsung di ribosom dan hasil akhir berupa polipeptida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara untuk menentukan DNA dan RNA, yaitu(Frutan and Sofia, 1968):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jaringan hewan dan alkali hangat&lt;br /&gt;RNA akan terpecah menjadi komponen-komponen nukleotida yang larut dalam asam. DNA sulit dipecah atau dirusak oleh alkali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Metode Schnider&lt;br /&gt;Jaringan dan asam trikloro asetat panas dan diperkirakan DNA dapat diuji oleh reaksi kalorimetri dengan difenilanin, yang mana akan bereaksi dengan purin dioksiribosa dan tidak bereaksi dengan purin ribosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metode Feligen&lt;br /&gt;Fuchsin sulfurous acid akan berwarna merah dengan DNA, dan tidak dengan RNA. Reaksi ini diterapkan untuk mempelajari distribusi RNA dan DNA didalam bagian-bagian sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Secara Spektroskopi&lt;br /&gt;Pengaukuran absorbsi cahaya oleh RNA dan DNA pada 260nm dimana spektra cincin purin dan pirimidin asam nukleat menunjukkan maksimal.&lt;br /&gt;Tiga bentuk utama RNA yang terdapat didalam sel adalah mRNA(messenger RNA), rRNA(ribosa RNA), dan tRNA(transfer RNA). Tiap bentuk RNA ini mempunyai berat molekul dan komposisi yang berlainan, tetapi khas untuk tiap macam bentuk RNA.&lt;br /&gt;Semua RNA terdiri dari rantai tunggal poliribonukleotida. Pada sel bakteri, hampir semua RNA ada di dalam sitoplasma. Disel hati kira-kira 11% terdapat dalam nukleus(terutama mRNA), sekitar 15% dalam mitokondria, lebih dari 50% dalam ribosom, dan kira-kira 24% dalam strosol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.forumkami.com/forum/kesehatan/9049-pengertian-dna-dan-rna.html&lt;br /&gt;15 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://complex.upf.es/~josep/RNA.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-5279648761882768488?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/5279648761882768488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/08/pengertian-dna-dan-rna.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/5279648761882768488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/5279648761882768488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/08/pengertian-dna-dan-rna.html' title='Pengertian DNA dan RNA'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SobJm7KxqXI/AAAAAAAAAQQ/SNjX0H2djZA/s72-c/RNA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-6226923969747176896</id><published>2009-08-15T07:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T07:24:12.341-07:00</updated><title type='text'>Kloning Manusia di Amerika Serikat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SobFAgrYiHI/AAAAAAAAAQI/M1Bim_-oUt4/s1600-h/49dossier97.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SobFAgrYiHI/AAAAAAAAAQI/M1Bim_-oUt4/s400/49dossier97.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370196218248464498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kloning manusia menjadi topik yang hangat diperbincangkan di kalangan ilmuwan Amerika Serikat dewasa ini. Kenyataan ini sehubungan dengan munculnya pengakuan sebuah perusahaan bioteknologi bahwa para ilmuwan di sana telah berhasil membantu seorang wanita Amerika melahirkan bayi hasil kloning. Berikut laporan selengkapnya disampaikan Arif Budiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kloning adalah jalan menuju keabadian. Itulah kalimat yang dilontarkan ketua sekte agama Raelian, Claude Vorilhon. Dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi C-B-S, ia mengatakan, perusahaan yang didirikannya, Clonaid, telah menjadi perusahaan pertama di dunia yang menciptakan manusia lewat metode kloning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vorilhon mengatakan bayi kloning pertama telah lahir dari seorang wanita Amerika tanggal 26 Desember lalu. Bayi yang diindentifikasi bernama Eve dan ibunya itu sejauh ini masih dirahasiakan keberadaannya sehubungan sejumlah alasan pribadi dan hukum. Legalitas kloning manusia sejauh ini memang masih diperdebatkan sehubungan masih adanya pro dan kontra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vorilhon adalah mantan jurnalis Perancis yang percaya bahwa manuasia merupakan hasil kloning mahluk luar angkasa sekitar 25 ribu tahun lalu. Ia mengatakan, kloning menciptakan kopi dari sebuah kehidupan, namun duplikasi itu sendiri tidak sepenuhnya sama karena perkembangannya menuju kematangan memerlukan waktu bertahun-tahun. Manusia hasil kloning akan memiliki memori dan kepribadian berbeda dari manusia yang diduplikasinya. Namun Vorilhon yakin, suatu saat kelak, dengan perkembangan teknologi akan muncul metoda kloning instan yang memungkinkan lahirnya bayi hasil duplikasi yang memiliki kondisi fisik dan mental yang sama dengan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap dua, yang saat ini terjadi, Anda bisa menciptakan kloning Anda sendiri dalam waktu beberapa jam, namun tidak akan sepenuhnya sama. Namun, pada tahap tiga, yang kelak akan terjadi, Anda bisa menciptakan kloning Anda lengkap dengan memori dan kepribadian yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Vorilhon yang mendapat publikasi berbagai media internasional banyak mendapat bantahan. Para pengamat di Amerika meragukan Clonaid telah berhasil menciptakan bayi kloning melalui metoda kloning yang ada sekarang. Arthur Caplan, pakar etika kedokteran Universitas Pennsylvania mengatakan, ia ragu Clonaid sukses menciptakan kloning lewat 10 percobaan. Menurut Caplan, percobaan pada hewan umumnya hanya menciptakan satu keberhasilan dalam 400 percobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caplan mengatakan. kloning juga sangat berbahaya Jika Anda melihat apa yang terjadi pada kloning hewan, setengah jumlah hewan hasil kloning mati dalam waktu satu tahun, sementara mereka yang bertahan hidup mengalami gangguan kesehatan. Saya pikir, kloning pada saat ini merupakan jalan menuju penyakit yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caplan mengatakan masih dibutuhkan waktu yang lama sebelum bayi kloning yang sehat terlahir. Meski demikian, kelompok Raelian bersikeras mereka telah berhasil dan kelak akan mengajukan bukti ilmiah. Bahkan, tidak beberapa lama kemudian, sekitar pekan pertama Januari 2003, kelompok itu mengaku telah berhasil melahirkan bayi kloning kedua dari pasangan lesbian asal Belanda. Namun, lagi-lagi, tidak ada bukti ilmiah diajukan sehubungan pengakuan itu karena alasan hukum dan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anggota kelompok Raelian, Brigitte Boisselier mengatakan, bukti ilmiah akan diajukan segera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya tidak mengajukan bukti ilmiah, pasti Anda mengatakan saya telah mengarang cerita. Jadi satu-satunya cara adalah kami akang mengundang seorang pakar independen ke tempat orang tua bayi itu. Di sana ia bisa mengambil contoh sel dari bayi dan ibunya, untuk kemudian membandingkannya. Jadi, Anda akan mendapatkan bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raelian sejauh ini dikenal sebagai sekte agama yang percaya bahwa kehidupan di luar angkasa telah menciptakan kehidupan di bumi. Kelompok yang mendapat pengakuan resmi pemerintah negara bagian Quebec, Kanada, sebagai gerakan agama di tahun 1990-an ini mengklaim memiliki 55 ribu anggota di berbagai penjuru dunia, termsuk Amerika. Kelompok ini memilki sebuah taman yang terbuka untuk umum bernama UFOland, dekat Montreal. (22 Januari 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.voanews.com/indonesian/archive/2003-01/a-2003-01-22-13-1.cfm&lt;br /&gt;15 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://www.diplomatie.gouv.fr/en/IMG/jpg/49dossier97.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-6226923969747176896?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/6226923969747176896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/08/kloning-manusia-di-amerika-serikat.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/6226923969747176896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/6226923969747176896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/08/kloning-manusia-di-amerika-serikat.html' title='Kloning Manusia di Amerika Serikat'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SobFAgrYiHI/AAAAAAAAAQI/M1Bim_-oUt4/s72-c/49dossier97.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-2194124151784826168</id><published>2009-05-18T19:31:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T19:50:11.817-07:00</updated><title type='text'>BIOTEKNOLOGI CIPTAKAN PRODUKTIVITAS PANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/ShIeXv-CxWI/AAAAAAAAAL8/l4SnuqHQWGY/s1600-h/food-genetically_modified_organisms_01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 235px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/ShIeXv-CxWI/AAAAAAAAAL8/l4SnuqHQWGY/s400/food-genetically_modified_organisms_01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337361901749978466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalangan peneliti mendesak pemerintah segera menerapkan bioteknologi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika. Alasannya, kebutuhan bioteknologi dalam sistem pertanian akan meningkatkan kualitas dan produktivitas produk pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan pertanian dengan sistem produk rekayasa genetika (PRG) membuahkan hasil terhadap produktivitas pertanian dan pendapatan petani di beberapa negara. Selama pengembangan 11 tahun komersialisasi, penurunan pemakaian pestisida dan pengurangan emisi global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur PG Economic UK Graham Brookes dalam diskusi soal bioteknologi di Hotel Nikko Jakarta mengatakan, beberapa negara sukses memperbesar keuntungan pertanian di negara masing-masing dengan sistem pertanian bioteknologi. Pendapatan sektor pertanian Argentina misalnya, meningkat US$ 6,6 miliar, China US$5,8 miliar dan India mencapai US$ 1,3 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak dikembangkan secara komersil 1996, pengembangan bioteknologi meningkatkan pendapatan pertanian sebesar US$ 33,6 miliar secara global," ujar dia, Senin 10 November 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak lingkungan yang terjadi yakni pengurangan pemakaian pestisida 15,4 persen, peningkatan pendapatan pertanian yang mencapai US$ 6,9 miliar, peningkatan produksi global sebesar 3,8 persen, dan 53 persen keuntungan yang dinikmati petani di negara berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brookes juga memaparkan isu lingkungan dan kesehatan yang sering melekati isu tanaman transgenik. Menurutnya, sejak di komersialisasikan, belum ada laporan yang dapat dibuktikan secara ilmiah mengenai dampak bioteknologi. "Sebagian besar isu kesehatan dan lingkungan belum dibuktikan dalam tataran ilmiah dan masih sebatas isu politik saja," urainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesempatan yang sama, Deputy Director for Resource Management and Communication Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology melihat keberhasilan yang lebih dulu oleh negara-negara lain, Indonesia juga seharusnya bisa menciptakan terobosan keunggulan pertanian untuk pangan dan energi yang menjadi isu global saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pemerintah Argentina dan Brasil menerapkan bioteknologi 2002 lalu mengalami peningkatan signifikan dalam produktivitas bahan pangan dan energi. "Indonesia sebenarnya telah memiliki dasar yang kuat untuk implementasinya, sekarang hanya tinggal menerapkan," ujarnya. Dengan pelaksanaan dan teknis yang tepat, ia yakin dalam 4-5 tahun, produksi hasil rekayasa genertik mampu mengurangi kesenjangan produksi dalam negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu saja yang dampak dari penerapan bioteknologi dan produk rekayasa genetik. Kedaulatan pangan Indonesia yang saat ini masih mengimpor bahan pangan dari luar dapat tercapai. Selain itu tanaman transgenik dapat mengurangi dampak penyusutan lahan yang terus terjadi dengan meningkatkan produktivitas. (Hadi Suprapto dan Anda Nurlaila, 10 November 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://bisnis.vivanews.com/news/read/8479-bioteknologi_ciptakan_produktivitas_pangan&lt;br /&gt;19 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.aboutmyplanet.com/files/2007/01/food-genetically_modified_organisms_01.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-2194124151784826168?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/2194124151784826168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/05/bioteknologi-ciptakan-produktivitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/2194124151784826168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/2194124151784826168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/05/bioteknologi-ciptakan-produktivitas.html' title='BIOTEKNOLOGI CIPTAKAN PRODUKTIVITAS PANGAN'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/ShIeXv-CxWI/AAAAAAAAAL8/l4SnuqHQWGY/s72-c/food-genetically_modified_organisms_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-8254725327611064322</id><published>2009-05-18T18:44:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T18:55:09.744-07:00</updated><title type='text'>BAHAN PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/ShIQE4LGZkI/AAAAAAAAAL0/HBViV36lCPE/s1600-h/semigenbag.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 343px; height: 302px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/ShIQE4LGZkI/AAAAAAAAAL0/HBViV36lCPE/s400/semigenbag.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337346184371922498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahan biodegradable polymer termasuk salah satu produk baru yang dikembangkan di Indonesia. Bahan itu lebih murah dibanding bahan plastik lainnya. Waktu hancurnya lebih singkat. Bahan ini juga tidak beracun dan sangat aman untuk membungkus makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plastik dan polimer banyak digunakan masyarakat. Hampir setiap produk menggunakan plastik sebagai kemasan atau bahan dasar. Setiap tahun sekitar 100 juta ton plastik diproduksi dunia untuk digunakan di berbagai sektor industri. Kira-kira sebesar itulah sampah plastik yang dihasilkan setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Material plastik banyak digunakan karena mempunyai sifat unggul, seperti ringan, transparan, tahan air, serta harganya relatif murah dan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, plastik masih mempunyai sifat kurang menguntungkan. Plastik tidak mudah hancur karena lingkungan, baik oleh cuaca hujan dan panas matahari maupun mikroba yang hidup dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari permasalahan itu, muncul pemikiran menggunakan bahan alternatif untuk membuat material polimer yang ramah lingkungan (biodegradable, Red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa negara maju, bahan plastik biodegradable sudah diproduksi secara komersial, seperti poli hidroksi alkanoat (PHA), poli e-kaprolakton (PCL), poli butilen suksinat (PBS), dan poli asam laktat (PLA). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kebanyakan bahan baku untuk bahan plastik biodegradable masih menggunakan sumber daya alam yang tidak diperbarui (non-renewable resources, Red) dan tidak hemat energi. Dengan demikian, tentu pengembangan bahan plastik biodegradable yang memanfaatkan bahan-bahan alam terbarui (renewable resources, Red) sangat diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari pemikiran itu, Feris Firdaus, Sri Mulyaningsih, dan Endang Darmawan dari DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Red) Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta meneliti plastik kemasan yang ramah lingkungan dan dari renewable resources.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset yang berlangsung sejak awal 2006 itu adalah riset pengembangan bahan plastik baru yang dapat hancur dan terurai dalam lingkungan. Dengan kata lain, ini merupakan salah satu alternatif memecahkan masalah penanganan sampah plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Plastik biodegradable dari pati singkong dan khitosan ini menjadi salah satu alternatif bahan pembungkus. Selain ramah lingkungan karena mudah terurai, juga memiliki karakteristik awet dan tahan hingga bulan ke-3 dari pemakaian," tandas Feris, peneliti muda bidang kimia material dan komposit andalan DPPM UII itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang bertujuan mensintesis komposit pati-khitosan dan membentuk film plastik biodegradable itu pada akhir 2006 lalu juga berhasil mendapat dana dari Menristek untuk pengembangan penelitiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, film plastik biodegradable diartikan sebagai film yang dapat didaur ulang dan dihancurkan secara alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aman, Mudah Didaur Ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pati merupakan biopolimer karbohidrat yang dapat terdegradasi secara mudah di alam dan bersifat dapat diperbarui. Pati sendiri memiliki batasan bervariasi terkait dengan kelarutan dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapisan tipis dari pati dapat dengan mudah rusak. Untuk meningkatkan karakteristik, biasanya pati dicampur biopolimer yang bersifat hidrofobik atau bahan tahan air. Salah satu biopolimer hidrofobik yang direkomendasikan adalah khitosan yang dapat disintesis dari limbah cangkang udang dan crustacea lainnya.&lt;br /&gt;Khitosan direkomendasikan sebagai biomaterial berpotensi tinggi untuk dikompositkan dengan pati atau amilum sebagai bahan utama pembuatan komposit pati-khitosan. Khitosan merupakan senyawa yang tidak larut dalam air, larutan basa kuat, sedikit larut dalam HCl dan HNO3, dan H3PO4, dan tidak larut dalam H2SO4. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, khitosan tidak beracun, mudah mengalami biodegradasi, dan bersifat polielektrolitik. Karakteristik lain khitosan adalah dapat dengan mudah berinteraksi dengan zat-zat organik lain, seperti protein dan lemak. Karena itu, khitosan relatif lebih banyak digunakan pada berbagai bidang industri terapan dan industri farmasi dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan Pati Singkong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bersifat eksperimental murni yang dilakukan di laboratorium yang sering disebut The True Experimental Research. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang digunakan adalah pati yang diekstrak dari singkong, khitosan yang disintesis dari limbah cangkang udang, asam asetat encer, HCl 1,25 N, NaOH 3,5 persen dan 60 persen, gliserol, aquades. Peralatan yang digunakan adalah grander, blender, seperangkat alat gelas, bejana, pemanas elektrik, termometer, cetakan PE, oven, tenso lab (mesdan), mikroskop elektrik (EM 30 µm/nikon HFX-DX).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme penelitiannya dimulai dengan ekstraksi pati singkong dengan aquades, disaring, diendapkan, dan dikeringkan. Lalu perlakuan terhadap pati menggunakan pentanol-1. Pati kering 50 gr dilarutkan dalam blender berisi pentanol-1 50 ml, proses isolasi berlangsung 5 menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses polimerisasi campuran amilosa dan amilopektin tersebut dimulai dengan pemanasan suhu 80-90 0C dengan penambahan aquades 300 ml, sampai terbentuk biopolimer, lalu dicampur gliserol (plasticizer, Red), diaduk 3 menit, dicetak dalam cetakan PE, dioven dua hari (2 x 24 jam) pada suhu 45 0C, selanjutnya dilepaskan dari cetakan dan dikondisikan dalam suhu kamar atau ruangan selama 24 jam. Film plastik biodegradable siap dianalisis dan diuji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis morfologi terhadap film plastik biodegradable yang dihasilkan dilakukan menggunakan mikroskop elektrik (EM 30 µm). Selanjutnya, dilakukan uji karakteristik mekanik (tensile strength, elongation at break, elastic modulus) terhadap film plastik biodegradable dengan ukuran sampel 3 x 25 cm menggunakan tenso lab. (yandi bagus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;br /&gt;Jawa pos, 31 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.dml.or.id/dml5/images/stories/semigenbag.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-8254725327611064322?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/8254725327611064322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/05/bahan-plastik-ramah-lingkungan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/8254725327611064322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/8254725327611064322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/05/bahan-plastik-ramah-lingkungan.html' title='BAHAN PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/ShIQE4LGZkI/AAAAAAAAAL0/HBViV36lCPE/s72-c/semigenbag.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-3743021264802955962</id><published>2009-03-17T19:33:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T19:47:40.432-07:00</updated><title type='text'>MIKROBA "TENAGA KERJA" BIOPLASTIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.nec.co.jp/eco/en/annual2006/02/images/2-1-02.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 356px; height: 273px;" src="http://www.nec.co.jp/eco/en/annual2006/02/images/2-1-02.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mikroba adalah jasad renik yang sangat beragam jenisnya dan memiliki fungsi sebagai pengurai. Kini salah satu jenisnya telah diubah menjadi ”tenaga kerja” untuk memproduksi bioplastik oleh Khaswar Syamsu. Ia seorang perekayasa dari Institut Pertanian Bogor yang berhasil merekayasa pembuatan plastik terbuat dari bahan pati sagu dan lemak sawit sehingga menjadi plastik ramah lingkungan atau bioplastik. ”Mikroba itu tenaga kerja yang tidak pernah menunggu perintah dan tidak pernah demo,” ujar Khaswar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlengkapan tua itu termasuk bioreaktor buatan Jerman yang dibeli 23 tahun silam atau pada 1986. Bioreaktor itu telah menemani Khaswar setidaknya ketika memulai riset produksi bioplastik sejak tahun 2000 hingga 2006 ketika ia berhasil menemukan metode pembuatan bioplastik dan mendaftarkan patennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya ada tujuh uji coba bioplatik yang dilaksanakan. Uji coba itu meliputi kekuatan tarik, elastisitas, perpanjangan putus, sifat termal, derajat kristalinitas, gugus fungsi dalam struktur kimia, dan biodegradabilitas atau keteruraiannya.&lt;br /&gt;Uji coba yang terakhir mengenai keteruraiannya ini, bioplastik hasil rekayasa Khaswar dapat terurai atau termakan mikroba dalam waktu 80 hari.&lt;br /&gt;”Dibandingkan dengan bahan organik lainnya, seperti kertas, laju terurai pada bioplastik ini lebih cepat,” ujar Khaswar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menimbun plastik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Khaswar mengutip sebuah referensi yang menunjukkan fenomena yang berlangsung saat ini berupa timbunan plastik sebagai salah satu produk utama sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia. Padahal, sampah plastik itu tidak akan terurai dan akan merusak lapisan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pada 2003 kebutuhan plastik di Indonesia mencapai 1,35 juta ton per tahun. Setelah menjadi sampah, pemerintah hanya mampu mengelola 20-30 persennya. Selebihnya ditimbun ke area pembuangan sampah,” katanya yang kini menjabat Kepala Divisi Rekayasa Bioproses dan Bahan Baru pada Pusat Penelitian Sumber Daya Hayati dan Bioteknologi IPB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2000 dan 2001, Khaswar menggunakan dana riset dari program Riset Hibah Bersaing Direktorat Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan saat itu. Dana riset Rp 29,9 juta per tahun. Kemudian dilanjutkan pada 2005 dan 2006 menggunakan dana riset dari program Riset Unggulan Terpadu Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Dana riset setiap tahun Rp 97 juta dan Rp 93 juta. Dari kegiatan riset selama empat tahun itulah lalu dihasilkan bioplastik. Menurut dia, harga produksi bioplastik ini antara lima sampai tujuh kali harga pembuatan plastik konvensional yang terbuat dari bahan berbasis petrokimia atau minyak bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Negara Korea saat ini berhasil menyimulasikan produksi bioplastik hanya dengan biaya tiga kali biaya pembuatan plastik berbasis petrokimia. Ketika bahan petrokimia yang terbatas dan tidak teruraikan itu ke depan makin mahal, produksi bioplastik akan makin murah dan yang lebih penting ramah lingkungan,” ujar Khaswar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mikroba impor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mikroba yang disebut-sebut Khaswar sebagai tenaga kerja bioplastik, yang bekerja dengan tidak pernah menunggu perintah dan tidak pernah mendemo, adalah Ralstonia eutropha impor dari Jepang. ”Sebetulnya, mikroba itu juga ada di dalam tanah di mana pun di Indonesia ini. Namun, di Indonesia tidak ada badan nasional yang secara khusus menangani masalah pemetaan dan pengoleksian mikroba seperti di Jepang,” kata Khaswar.&lt;br /&gt;Secara terpisah, Kepala Bidang Biologi Sel dan Jaringan pada Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Puspita Lisdiyanti mengatakan, keberadaan badan nasional yang secara khusus menangani pemetaan dan pengoleksian berbagai mikroba di Indonesia belum dirintis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saat ini para peneliti atau perekayasa yang membiakkan mikroba itu hanya menggunakannya demi kepentingan masing-masing. Semestinya, memang ada badan nasional yang secara khusus menangani koleksi mikroba dan pemanfaatannya untuk kepentingan bersama,” kata Puspita (Sumber: Kompas)&lt;br /&gt;Pada era ke depan, menurut Puspita, bidang mikroorganisme ini memiliki peranan sangat penting untuk menunjang kehidupan yang berkelanjutan. Mikroba terbukti dapat menciptakan bahan bioplastik sekaligus akan mengurainya kembali. Dengan rantai ini, keseimbangan alam tercipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nawa Tunggal&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/09/08283719/mikroba.tenaga.kerja.bioplastik&lt;br /&gt;9 Januari 2009, diunduh 18 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.nec.co.jp/eco/en/annual2006/02/images/2-1-02.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-3743021264802955962?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/3743021264802955962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/03/mikroba-tenaga-kerja-bioplastik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/3743021264802955962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/3743021264802955962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/03/mikroba-tenaga-kerja-bioplastik.html' title='MIKROBA &quot;TENAGA KERJA&quot; BIOPLASTIK'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-5825813312559511255</id><published>2009-02-28T04:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T04:38:19.586-08:00</updated><title type='text'>PERAN BIOTEKNOLOGI DALAM PENEMUAN OBAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakwKXBOiXI/AAAAAAAAABQ/A7-ZGCHvZvE/s1600-h/collagem.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 303px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakwKXBOiXI/AAAAAAAAABQ/A7-ZGCHvZvE/s400/collagem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307826590368827762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri bioteknologi, terutama dalam bidang farmasi, menjanjikan temuan-temuan obat yang inovatif. Untuk itu, menurut Ellen Roring, HR Director Novartis Indonesia, untuk mengembangkan industri bioteknologi diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang ilmu pengetahuan (science), managemen serta kepemimpinan (leadership).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga prasyarat tersebut tak bisa ditawar-tawar lagi, mengingat begitu pelik penelitian biotek ini. Dr. Thomas Keller, peneliti dari Novartis Institute for Tropical Disease (NITD), Singapore mengatakan penemuan obat tidaklah mudah. Sebelum menemukan obat sebaiknya perlu mengidentifikasi target yang akan dituju, pemahaman mengenai mekanisme kerja dari obat dan efeknya pada tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan biotek telah dilakukan NITD dalam penemuan obat demam berdarah. Sekurangnya, ada dua cara yang dilakukan NITD untuk menemukan obat baru. Pertama, obat hendaknya dapat mengurangi aktifitas penyebaran virus pada periode inkubasi atau sebelum fase fibrilasi. Kedua, obat yang dapat membidik sel inangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogyanya, obat demam berdarah yang poten adalah obat yang dapat mengurangi gejala penyakit, mengurangi kejadian penyakit demam berdarah yang berat dan aktif semua tipe virus. Penggunaan obat ini dapat diperuntukkan pada pasien yang menderita demam, kelompok yang berisiko tinggi, dan dapat digunakan pada anak-anak usia 5 tahun ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NITD telah menemukan beberapa target yang berpeluang dijadikan antivirus. Diantaranya NS3 Protease, NS3 Helicase, NS5 RNA dependent RNA polymerase, NS5 S-adenosyl methionine transferase, E-protein. Beberapa target dihentikan penelitiannya karena memberikan hasil negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NS5 polimerase sampai saat ini telah memberikan hasil yang positif. NS5 protein virus mengandung 2 enzim aktif, yaitu polimerase dan metil transferase. Kedua enzim ini sangat penting bagi kelangsungan hidup virus. Proses polimerase pada virus berlangsung lebih cepat, proses ini juga terjadi di dalam tubuh manusia. Beberapa antivirus yang sekarang beredar merupakan penghambat polimerase, oleh karena itu NS5 polymerase virus merupakan target yang menarik dalam penemuan obat untuk demam berdarah. Beberapa senyawa telah memberikan bukti adanya aktifitas antivirus pada binatang percobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upayanya untuk mensosialisasikan biotek untuk penemuan obat, Novartis Istitute for Tropical Diseases (NITD) memberikan sumbangan keahlian yang luas dalam semua aspek penemuan dan pengembangan obat, teknologi inovatif dan dukungan financial dalam bentuk pelatihan kepada peneliti muda, pasca doktoral dan tenaga kesehatan. Semua kegiatan tersebut dirangkum dalam sebuah kegiatan yang diberi nama BioCamp 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NITD bekerjasama dengan Eijkman Intitute dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin bertujuan untuk menggerakkan riset klinis terhadap demam berdarah, TBC dan malaria. Kemitraan yang diberi nama Aliansi NEHCRI ini akan memberikan akses langsung para periset di NITD untuk mendatangi rumah sakit, pasien dan memberi dasar bagi pengembangan klinis obat-obat baru untuk penyakit demam berdarah dan TBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eijkman Institute melakukan riset fundamental dalam area biomedis yang sangat penting bagi Indonesia, termasuk riset berhubungan dengan biologi molekul. Program risetnya dikembangkan sesuai dengan standar international. Di samping itu Eijkman juga akan memberikan fasilitas yang sangat bagus untuk meningkatkan studi biologi molekul dan biokimia dari demam berdarah dan TBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penemuan obat ini diperlukan juga peran dari pihak pemerintah. Dr I Nyoman Kandun MPH dari Departemen Kesehatan RI, mengatakan dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan meningkatkan pelayanan kesehatan, pemerintah melakukan 4 strategi utama: mengerahkan dan memberdayakan masyarakat agar hidup sehat, meningkatkan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, meningkatkan sistem pengawasan, dan memberikan informasi kesehatan serta meningkatkan anggaran kesehatan. (Hanky)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumbe :&lt;br /&gt;Edisi Oktober 2008 (Vol.8 No.3), oleh Daniel&lt;br /&gt;http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=961&lt;br /&gt;28 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.canariasbioregion.org/upload/Image/collagem.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-5825813312559511255?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/5825813312559511255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/02/peran-bioteknologi-dalam-penemuan-obat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/5825813312559511255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/5825813312559511255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/02/peran-bioteknologi-dalam-penemuan-obat.html' title='PERAN BIOTEKNOLOGI DALAM PENEMUAN OBAT'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakwKXBOiXI/AAAAAAAAABQ/A7-ZGCHvZvE/s72-c/collagem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-7096537325012806398</id><published>2009-02-28T03:14:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T16:07:39.298-08:00</updated><title type='text'>BIOTEKNOLOGI PERTANIAN, HARAPAN BAGI SI MISKIN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakmNr8fT-I/AAAAAAAAABA/vFy8DmsiIRs/s1600-h/banner5_ori.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakmNr8fT-I/AAAAAAAAABA/vFy8DmsiIRs/s400/banner5_ori.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307815652409429986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUDUL di atas sengaja penulis ambil dari judul laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO, yaitu The State of Food and Agriculture 2003-2004: Agricultural Biotechnology, Meeting the Needs of the Poor? Laporan badan dunia yang dilepas pada tanggal 17 Mei 2004 itu langsung menimbulkan kontroversi luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAO dikritik memiliki agenda tersembunyi yang sangat terkait dengan kepentingan perusahaan multinasional (MNC) produsen benih transgenik (simply rubber-stamps the industry agenda, Devinder Sharma). Sebagai catatan, 99 persen tanaman transgenik komersial serta hampir seluruh gen komersial dan metode transformasinya saat ini adalah milik MNC. Lebih lanjut, hari pelepasan laporan tersebut dikatakan sebagai a black day for humanity serta awal dijajahnya petani oleh industri transgenik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum laporan FAO tersebut cukup lengkap dan bagus. Laporan diawali dengan kenyataan bahwa 842 juta orang saat ini kekurangan pangan kronis yang sebagian besar menghuni wilayah pertanian dan pedesaan di negara-negara miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kekurangan pangan kronis, miliaran orang menderita defisiensi mikronutrien karena kualitas dan diversitas pangan yang dikonsumsi sangat buruk. Dalam 30 tahun mendatang akan ada tambahan dua miliar manusia yang harus dicukupi kebutuhan pangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAO lebih lanjut menyatakan bahwa Revolusi Hijau telah mengajarkan kepada kita bagaimana pentingnya inovasi teknologi-benih unggul, pupuk, pestisida, dan mekanisasi pertanian-yang berhasil memberikan keuntungan yang luar biasa bagi si miskin melalui peningkatan efisiensi usaha tani, pendapatan yang meningkat, dan harga pangan yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan produktivitas, standar kehidupan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akibat revolusi hijau telah mengangkat jutaan orang dari belitan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persentase populasi yang menderita kekurangan pangan di dunia menurun selama 30 tahun terakhir sejak Revolusi Hijau didengungkan, yaitu dari 28 persen pada periode 1969-1971 menjadi 17 persen pada tahun 1999-2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan persentase kekurangan pangan tertinggi disumbang oleh wilayah Asia Pasifik, yaitu dari 42 persen menjadi 16 persen. Penurunan yang kecil terjadi di Amerika Latin dan Karibia. Di wilayah Afrika Utara dan Timur penurunan persentase populasi yang menderita kekurangan pangan hanya terjadi pada dekade pertama Revolusi Hijau, sedangkan di Sub-Sahara Afrika praktis tidak mengalami penurunan. Jumlah orang yang menderita kekurangan pangan bahkan terus meningkat di kedua wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan persentase yang drastis penderita kekurangan pangan di wilayah Asia Pasifik sangat terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi pada tiga dekade terakhir. Sebagian besar pertumbuhan ekonomi tersebut dipicu oleh pertumbuhan yang tinggi di sektor manufaktur, jasa, (khusus untuk Indonesia) ekspor migas, kayu dan bahan tambang, serta stabilitas wilayah yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat pertumbuhan ekonomi yang meningkat, daya beli masyarakat terhadap pangan meningkat. Selain itu, juga meningkatkan daya beli petani terhadap sarana produksi sehingga produksi pertanian juga meningkat. Melalui logika sederhana tersebut, tampak sisi kelemahan laporan FAO tentang Revolusi Hijau yang sebenarnya dimaksudkan untuk menjustifikasi uraian selanjutnya tentang revolusi gen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Revolusi gen&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata "revolusi gen" sengaja digunakan oleh FAO untuk menyatakan bahwa masih ada harapan untuk mengulang "kesuksesan" Revolusi Hijau, dengan cara mengadopsi teknologi terkini di bidang pertanian yang dikenal dengan nama bioteknologi pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAO menyarankan ke semua negara di dunia untuk membangun kapasitas, menyusun strategi dan program, serta menerapkan bioteknologi pertanian. Sayangnya dalam laporan tersebut FAO terjebak sehingga bisa diartikan bahwa "bioteknologi pertanian" adalah tanaman transgenik. Padahal, bioteknologi pertanian meliputi juga pengendalian hama terpadu dengan memanfaatkan agen hayati, efisiensi pemupukan dengan memanfaatkan mikrob tanah, teknologi modern pengomposan, dan peningkatan bahan organik tanah serta kultur jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teknologi yang lebih canggih disinggung sepintas dalam laporan FAO, yaitu molecular marker assisted breeding, seleksi in-vitro, pengembangan vaksin dan diagnostik, inseminasi buatan dan multiple ovulation-embryo transfer (MOET) untuk produksi dan pemuliaan ternak, serta chromosome-set manipulation dan sex reversal untuk mengubah kelamin ikan dan peningkatan produktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua uraian dalam laporan FAO tersebut mengulas berbagai keunggulan dan keuntungan bagi siapa pun yang menerapkan tanaman transgenik. Semakin cepat semakin besar keuntungan yang bisa diperoleh. Bahkan, Prof Ingo Potrykus (penemu golden rice) menyatakan siapa pun yang menolak teknologi tersebut dan menyebabkan terhambatnya penerapan tanaman transgenik dituduh sebagai "crimes against humanity".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan tersebut disebutkan, adopsi kapas Bt (produksi Monsanto) di Amerika Serikat telah memberikan keuntungan ekonomi per tahun rata-rata sebesar 200 juta dollar AS hingga 250 juta dollar AS yang terdistribusikan bagi industri sebesar 35 persen, petani 46 persen, dan konsumen 19 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan ekonomi penerapan kapas Bt juga didapatkan di Argentina, China, Meksiko, dan Afrika Selatan, yaitu masing-masing sebesar 23, 470, 295, dan 65 dollar AS per hektar per musim tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelai RR (tahan herbisida Roundup Ready, Monsanto) mendulang keuntungan ekonomi pada tahun 2001 lebih dari 1,2 miliar dollar AS. Konsumen diuntungkan sebesar 652 juta dollar AS akibat harga yang rendah, dan Monsanto menerima 421 juta dollar AS sebagai technology revenue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani yang terlebih dahulu menanam kedelai transgenik RR di AS dan Argentina mendapat keuntungan lebih dari 300 juta dollar AS dan 145 juta dollar AS, sedangkan petani di negara yang tidak menanam kedelai RR dirugikan sebesar 291 juta dollar AS pada tahun 2001 akibat menurunnya harga kedelai di pasaran dunia sebesar dua persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan juga diulas mengenai potensi keuntungan ekonomi yang akan diperoleh oleh Filipina bila menanam Golden Rice (padi transgenik yang disisipi gen beta-karotin, prekursor vitamin A), yaitu sebesar 137 juta dollar AS. Sebaliknya negara-negara di Afrika Barat akan mengalami kerugian karena tidak mengadopsi kapas Bt sebesar 21 juta dollar AS hingga 205 juta dollar AS setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Transgenik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu kalimat atau satu alinea pun yang menggambarkan hal negatif tentang tanaman transgenik. Dengan demikian, banyak orang menjadi curiga karena laporan menjadi too good to be true, serta menyiratkan agenda tersembunyi di balik itu semua. Entah kebetulan entah tidak laporan tersebut dilepas simultan di Roma, di mana kantor FAO berada dan di Washington, di mana USAID berada. Sangat kebetulan juga laporan berselang tepat satu bulan dengan mulai berlakunya Regulasi Uni Eropa tentang Genetically Modified Food and Feed (EC Regulation No 1829/2003 dan 1830/2003) yang lebih ketat dan berlaku efektif untuk 25 negara di Uni Eropa sejak 18 April 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak beberapa tahun terakhir ini AS mengalami kesulitan besar dalam memasarkan produk transgeniknya terutama jagung dan kedelai. Petani AS kehilangan pendapatan dari ekspor jagung dan kedelai ke Uni Eropa masing-masing sebesar 300 juta dollar AS dan 1 miliar dollar AS per tahun (Santosa, "Biopolitik Pangan, Pertarungan Dua Raksasa", Kompas 13/8/03).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS kemudian mengadukan masalah tersebut ke WTO. Di sisi lain AS melakukan subsidi besar-besaran terhadap petani mereka yang menyebabkan harga beberapa komoditas di pasar internasional jatuh. Pada tahun-tahun terakhir AS melakukan praktik dumping beberapa komoditas pertanian di antaranya jagung dan kedelai yang menyebabkan penanaman kedelai di Indonesia secara ekonomis tidak lagi menguntungkan karena biaya produksi jauh di atas harga kedelai impor. Indonesia pernah disarankan untuk mengajukan ini ke forum WTO tahun lalu, tetapi tidak ada komitmen pemerintah tentang hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita menggembirakan datang dari Brasil yang bulan April lalu melaporkan AS ke WTO karena Pemerintah AS mensubsidi petani kapasnya (sejumlah 25.000 petani) sebesar 3 miliar dollar AS per tahun (80 persen hanya ke 2000 perkebunan besar). Subsidi tersebut telah menyengsarakan 15 juta petani kapas di Afrika, Asia, dan Amerika Latin karena keuntungan mereka menurun tajam yang mendorong mereka ke lembah kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data-data tersebut di atas bertolak belakang dengan laporan FAO sehingga hari pelepasan laporan tersebut dikatakan juga sebagai a sad day for the global farming community, for democracy and good science. Rekayasa genetika penting, tetapi menjadi berwajah buruk ketika dipromosikan berlebihan sebagaimana dilakukan oleh FAO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dwi Andreas Santosa Peneliti Tamu di Center for Molecular Biology, Karlsruhe, Jerman.http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0408/04/ilpeng/1183488.htm&lt;br /&gt;28 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.indobic.or.id/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-7096537325012806398?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/7096537325012806398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/02/bioteknologi-pertanian-harapan-bagi-si.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/7096537325012806398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/7096537325012806398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/02/bioteknologi-pertanian-harapan-bagi-si.html' title='BIOTEKNOLOGI PERTANIAN, HARAPAN BAGI SI MISKIN'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakmNr8fT-I/AAAAAAAAABA/vFy8DmsiIRs/s72-c/banner5_ori.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-4504722834784913456</id><published>2009-02-28T02:43:00.000-08:00</published><updated>2009-05-18T19:57:12.808-07:00</updated><title type='text'>PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/ShIf5rHRabI/AAAAAAAAAME/sXw0Jgfp3oM/s1600-h/biotechnology001.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 338px; height: 273px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/ShIf5rHRabI/AAAAAAAAAME/sXw0Jgfp3oM/s400/biotechnology001.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337363584073689522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, rekombinan DNA, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan rekombinan DNA, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis waktu bioteknologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8000 SM Pengumpulan benih untuk ditanam kembali. Bukti bahwa bangsa Babilonia, Mesir, dan Romawi melakukan praktik pengembangbiakan selektif (seleksi artifisal) untuk meningkatkan kualitas ternak.&lt;br /&gt;6000 SM Pembuatan bir, fermentasi anggur, membuat roti, membuat tempe dengan bantuan ragi&lt;br /&gt;4000 SM Bangsa Tionghoa membuat yogurt dan keju dengan bakteri asam laktat&lt;br /&gt;1500 Pengumpulan tumbuhan di seluruh dunia&lt;br /&gt;1665 Penemuan sel oleh Robert Hooke(Inggris) melalui mikroskop.&lt;br /&gt;1800 Nikolai I. Vavilov menciptakan penelitian komprehensif tentang pengembangbiakan hewan&lt;br /&gt;1880 Mikroorganisme ditemukan&lt;br /&gt;1856 Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan&lt;br /&gt;1865 Gregor Mendel menemukan hukum hukum dalam penyampaian sifat induk ke turunannya.&lt;br /&gt;1919 Karl Ereky, insinyur Hongaria, pertama menggunakan kata bioteknologi&lt;br /&gt;1970 Peneliti di AS berhasil menemukan enzim pembatas yang digunakan untuk memotong gen gen&lt;br /&gt;1975 Metode produksi antibodi monoklonal dikembangkan oleh Kohler dan Milstein&lt;br /&gt;1978 Para peneliti di AS berhasil membuat insulin dengan menggunakan bakteri yang terdapat pada usus besar&lt;br /&gt;1980 Bioteknologi modern dicirikan oleh teknologi DNA rekombinan. Model prokariot-nya, E. coli, digunakan untuk memproduksi insulin dan obat lain, dalam bentuk manusia. Sekitar 5% pengidap diabetes alergi terhadap insulin hewan yang sebelumnya tersedia.&lt;br /&gt;1992 FDA menyetujui makanan GM pertama dari Calgene: tomat "flavor saver"&lt;br /&gt;2000 Perampungan Human Genome Project&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Bioteknologi&lt;br /&gt;28 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.fz-juelich.de/ibt/datapool/general/biotechnology.gif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-4504722834784913456?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/4504722834784913456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/02/pengertian-bioteknologi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/4504722834784913456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/4504722834784913456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/02/pengertian-bioteknologi.html' title='PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/ShIf5rHRabI/AAAAAAAAAME/sXw0Jgfp3oM/s72-c/biotechnology001.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8382744761861274292.post-5638351507272690906</id><published>2009-02-28T02:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T02:41:54.665-08:00</updated><title type='text'>BIOTEKNOLOGI MIKROBA UNTUK PERTANIAN ORGANIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakU5uwb2tI/AAAAAAAAAAw/zGCEnbuEhIE/s1600-h/aaa04"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 197px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakU5uwb2tI/AAAAAAAAAAw/zGCEnbuEhIE/s200/aaa04" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307796617869122258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakU5eo43JI/AAAAAAAAAAo/jFUWgPdu4U8/s1600-h/aaa03"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 179px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakU5eo43JI/AAAAAAAAAAo/jFUWgPdu4U8/s200/aaa03" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307796613542501522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakU5VCtvQI/AAAAAAAAAAg/qePSEdRburg/s1600-h/aaa02"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakU5VCtvQI/AAAAAAAAAAg/qePSEdRburg/s200/aaa02" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307796610966469890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakU5W_FfuI/AAAAAAAAAAY/M8YLxEgfanA/s1600-h/aaa01"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 163px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakU5W_FfuI/AAAAAAAAAAY/M8YLxEgfanA/s200/aaa01" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307796611488120546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RINGKASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alasan kesehatan dan kelestarian alam menjadikan pertanian organik sebagai salah satu alternatif pertanian modern. Pertanian organik mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari input bahan sintetik, baik berupa pupuk, herbisida, maupun pestisida sintetik. Namun, petani sering mengeluhkan hasil pertanian organik yang produktivitasnya cenderung rendah dan lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan bioteknologi berbasis mikroba yang diambil dari sumber-sumber kekayaan hayati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah sangat kaya akan keragaman mikroorganisme, seperti bakteri, aktinomicetes, fungi, protozoa, alga dan virus. Tanah pertanian yang subur mengandung lebih dari 100 juta mikroba per gram tanah. Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroba tersebut. Sebagian besar mikroba tanah memiliki peranan yang menguntungan bagi pertanian, yaitu berperan dalam menghancurkan limbah organik, re-cycling hara tanaman, fiksasi biologis nitrogen, pelarutan fosfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol patogen dan membantu penyerapan unsur hara. Bioteknologi berbasis mikroba dikembangkan dengan memanfaatkan peran-peran penting mikroba tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teknologi Kompos Bioaktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah yang sering ditemui ketika menerapkan pertanian organik adalah kandungan bahan organik dan status hara tanah yang rendah. Petani organik mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pupuk hijau atau pupuk kandang. Kedua jenis pupuk itu adalah limbah organik yang telah mengalami penghacuran sehingga menjadi tersedia bagi tanaman. Limbah organik seperti sisa-sisa tanaman dan kotoran binatang ternak tidak bisa langsung diberikan ke tanaman. Limbah organik harus dihancurkan/dikomposkan terlebih dahulu oleh mikroba tanah menjadi unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Proses pengkomposan alami memakan waktu yang sangat lama, berkisar antara enam bulan hingga setahun sampai bahan organik tersebut benar-benar tersedia bagi tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengomposan dapat dipercepat dengan menggunakan mikroba penghancur (dekomposer) yang berkemampuan tinggi. Penggunaan mikroba dapat mempersingkat proses dekomposisi dari beberapa bulan menjadi beberapa minggu saja. Di pasaran saat ini banyak tersedia produk-produk biodekomposer untuk mempercepat proses pengomposan, misalnya: SuperDec, OrgaDec, EM4, EM Lestari, Starbio, Degra Simba, Stardec, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompos bioaktif adalah kompos yang diproduksi dengan bantuan mikroba lignoselulolitik unggul yang tetap bertahan di dalam kompos dan berperan sebagai agensia hayati pengendali penyakit tanaman. SuperDec dan OrgaDec, biodekomposer yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI), dikembangkan berdasarkan filosofi tersebut. Mikroba biodekomposer unggul yang digunakan adalah Trichoderma pseudokoningii , Cytopaga sp, dan fungi pelapuk putih. Mikroba tersebut mampu mempercepat proses pengomposan menjadi sekitar 2-3 minggu. Mikroba akan tetap hidup dan aktif di dalam kompos. Ketika kompos tersebut diberikan ke tanah, mikroba akan berperan untuk mengendalikan organisme patogen penyebab penyakit tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Biofertilizer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Petani organik sangat menghindari pemakaian pupuk kimia. Untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, petani organik mengandalkan kompos sebagai sumber utama nutrisi tanaman. Sayangnya kandungan hara kompos rendah. Kompos matang kandungan haranya kurang lebih : 1.69% N, 0.34% P2O5, dan 2.81% K. Dengan kata lain 100 kg kompos setara dengan 1.69 kg Urea, 0.34 kg SP 36, dan 2.18 kg KCl. Misalnya untuk memupuk padi yang kebutuhan haranya 200 kg Urea/ha, 75 kg SP 36/ha dan 37.5 kg KCl/ha, maka membutuhkan sebanyak 22 ton kompos/ha. Jumlah kompos yang demikian besar ini memerlukan banyak tenaga kerja dan berimplikasi pada naiknya biaya produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikroba-mikroba tanah banyak yang berperan di dalam penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi tanaman. Tiga unsur hara penting tanaman, yaitu Nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K) seluruhnya melibatkan aktivitas mikroba. Hara N tersedia melimpah di udara. Kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Namun, N udara tidak dapat langsung dimanfaatkan tanaman. N harus ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya menjadi tersedia bagi tanaman. Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dan ada pula yang hidup bebas. Mikroba penambat N simbiotik antara lain : Rhizobium sp yang hidup di dalam bintil akar tanaman kacang-kacangan ( leguminose ). Mikroba penambat N non-simbiotik misalnya: Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Mikroba penambat N simbiotik hanya bisa digunakan untuk tanaman leguminose saja, sedangkan mikroba penambat N non-simbiotik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikroba tanah lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara adalah mikroba pelarut fosfat (P) dan kalium (K). Tanah pertanian kita umumnya memiliki kandungan P cukup tinggi (jenuh). Namun, hara P ini sedikit/tidak tersedia bagi tanaman, karena terikat pada mineral liat tanah. Di sinilah peranan mikroba pelarut P. Mikroba ini akan melepaskan ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman. Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P, antara lain: Aspergillus sp, Penicillium sp, Pseudomonas sp dan Bacillus megatherium. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P, umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok mikroba lain yang juga berperan dalam penyerapan unsur P adalah Mikoriza yang bersimbiosis pada akar tanaman. Setidaknya ada dua jenis mikoriza yang sering dipakai untuk biofertilizer, yaitu: ektomikoriza dan endomikoriza. Mikoriza berperan dalam melarutkan P dan membantu penyerapan hara P oleh tanaman. Selain itu tanaman yang bermikoriza umumnya juga lebih tahan terhadap kekeringan. Contoh mikoriza yang sering dimanfaatkan adalah Glomus sp dan Gigaspora sp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa mikroba tanah mampu menghasilkan hormon tanaman yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Hormon yang dihasilkan oleh mikroba akan diserap oleh tanaman sehingga tanaman akan tumbuh lebih cepat atau lebih besar. Kelompok mikroba yang mampu menghasilkan hormon tanaman, antara lain: Pseudomonas sp dan Azotobacter sp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikroba-mikroba bermanfaat tersebut diformulasikan dalam bahan pembawa khusus dan digunakan sebagai biofertilizer. Hasil penelitian yang dilakukan oleh BPBPI mendapatkan bahwa biofertilizer setidaknya dapat mensuplai lebih dari setengah kebutuhan hara tanaman. Biofertilizer yang tersedia di pasaran antara lain: Emas, Rhiphosant, Kamizae, OST dan Simbionriza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agen Biokontrol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala serius dalam budidaya pertanian organik. Jenis-jenis tanaman yang terbiasa dilindungi oleh pestisida kimia, umumnya sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit ketika dibudidayakan dengan sistim organik. Alam sebenarnya telah menyediakan mekanisme perlindungan alami. Di alam terdapat mikroba yang dapat mengendalikan organisme patogen tersebut. Organisme patogen akan merugikan tanaman ketika terjadi ketidakseimbangan populasi antara organisme patogen dengan mikroba pengendalinya, di mana jumlah organisme patogen lebih banyak daripada jumlah mikroba pengendalinya. Apabila kita dapat menyeimbangakan populasi kedua jenis organisme ini, maka hama dan penyakit tanaman dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikroba yang dapat mengendalikan hama tanaman antara lain: Bacillus thurigiensis (BT), Bauveria bassiana , Paecilomyces fumosoroseus, dan Metharizium anisopliae . Mikroba ini mampu menyerang dan membunuh berbagai serangga hama. Mikroba yang dapat mengendalikan penyakit tanaman misalnya: Trichoderma sp yang mampu mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh Gonoderma sp, JAP (jamur akar putih), dan Phytoptora sp. Beberapa biokontrol yang tersedia di pasaran antara lain: Greemi-G, Bio-Meteor, NirAma, Marfu-P dan Hamago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aplikasi pada Pertanian Organik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Produk-produk bioteknologi mikroba hampir seluruhnya menggunakan bahan-bahan alami. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan petani organik. Kebutuhan bahan organik dan hara tanaman dapat dipenuhi dengan kompos bioaktif dan aktivator pengomposan. Aplikasi biofertilizer pada pertanian organik dapat mensuplai kebutuhan hara tanaman yang selama ini dipenuhi dari pupuk-pupuk kimia. Serangan hama dan penyakit tanaman dapat dikendalikan dengan memanfaatkan biokotrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani Indonesia yang menerapkan sistem pertanian organik umumnya hanya mengandalkan kompos dan cenderung membiarkan serangan hama dan penyakit tanaman. Dengan tersedianya bioteknologi berbasis mikroba, petani organik tidak perlu kawatir dengan masalah ketersediaan bahan organik, unsur hara, dan serangan hama dan penyakit tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.ipard.com/art_perkebun/feb21-05_isr-I.asp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis:&lt;br /&gt;Isroi, S.Si, M.Si&lt;br /&gt;Peneliti Mikroba &lt;br /&gt;Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia &lt;br /&gt;Lembaga Riset Perkebunan Indonesia &lt;br /&gt;Jalan Taman Kencana No. 1 Bogor 16151 &lt;br /&gt;Telp. 0251 324048/327449 &lt;br /&gt;Fax. 0251 328516&lt;br /&gt;Email: ipardboo@indo.net.id ; isroi@ipard.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keterangan Gambar :&lt;br /&gt;Gambar 1. Endomikoriza yang berperan melarutkan P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. Larva serangga yang mati diserang jamur biokontrol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Bakteri yang unggul dalam melarutkan fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4. Jamur yang unggul dalam melarutkan fosfat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8382744761861274292-5638351507272690906?l=bioteknologiindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/feeds/5638351507272690906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/02/bioteknologi-mikroba-untuk-pertanian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/5638351507272690906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8382744761861274292/posts/default/5638351507272690906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/02/bioteknologi-mikroba-untuk-pertanian.html' title='BIOTEKNOLOGI MIKROBA UNTUK PERTANIAN ORGANIK'/><author><name>Badag</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07680471735515242611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s4zDffcUr_U/SakU5uwb2tI/AAAAAAAAAAw/zGCEnbuEhIE/s72-c/aaa04' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
