Sabtu, 28 Februari 2009

PERAN BIOTEKNOLOGI DALAM PENEMUAN OBAT



Industri bioteknologi, terutama dalam bidang farmasi, menjanjikan temuan-temuan obat yang inovatif. Untuk itu, menurut Ellen Roring, HR Director Novartis Indonesia, untuk mengembangkan industri bioteknologi diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang ilmu pengetahuan (science), managemen serta kepemimpinan (leadership).


Ketiga prasyarat tersebut tak bisa ditawar-tawar lagi, mengingat begitu pelik penelitian biotek ini. Dr. Thomas Keller, peneliti dari Novartis Institute for Tropical Disease (NITD), Singapore mengatakan penemuan obat tidaklah mudah. Sebelum menemukan obat sebaiknya perlu mengidentifikasi target yang akan dituju, pemahaman mengenai mekanisme kerja dari obat dan efeknya pada tubuh manusia.

Penerapan biotek telah dilakukan NITD dalam penemuan obat demam berdarah. Sekurangnya, ada dua cara yang dilakukan NITD untuk menemukan obat baru. Pertama, obat hendaknya dapat mengurangi aktifitas penyebaran virus pada periode inkubasi atau sebelum fase fibrilasi. Kedua, obat yang dapat membidik sel inangnya.

Seyogyanya, obat demam berdarah yang poten adalah obat yang dapat mengurangi gejala penyakit, mengurangi kejadian penyakit demam berdarah yang berat dan aktif semua tipe virus. Penggunaan obat ini dapat diperuntukkan pada pasien yang menderita demam, kelompok yang berisiko tinggi, dan dapat digunakan pada anak-anak usia 5 tahun ke atas.

NITD telah menemukan beberapa target yang berpeluang dijadikan antivirus. Diantaranya NS3 Protease, NS3 Helicase, NS5 RNA dependent RNA polymerase, NS5 S-adenosyl methionine transferase, E-protein. Beberapa target dihentikan penelitiannya karena memberikan hasil negatif.

NS5 polimerase sampai saat ini telah memberikan hasil yang positif. NS5 protein virus mengandung 2 enzim aktif, yaitu polimerase dan metil transferase. Kedua enzim ini sangat penting bagi kelangsungan hidup virus. Proses polimerase pada virus berlangsung lebih cepat, proses ini juga terjadi di dalam tubuh manusia. Beberapa antivirus yang sekarang beredar merupakan penghambat polimerase, oleh karena itu NS5 polymerase virus merupakan target yang menarik dalam penemuan obat untuk demam berdarah. Beberapa senyawa telah memberikan bukti adanya aktifitas antivirus pada binatang percobaan.

Dalam upayanya untuk mensosialisasikan biotek untuk penemuan obat, Novartis Istitute for Tropical Diseases (NITD) memberikan sumbangan keahlian yang luas dalam semua aspek penemuan dan pengembangan obat, teknologi inovatif dan dukungan financial dalam bentuk pelatihan kepada peneliti muda, pasca doktoral dan tenaga kesehatan. Semua kegiatan tersebut dirangkum dalam sebuah kegiatan yang diberi nama BioCamp 2008.

NITD bekerjasama dengan Eijkman Intitute dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin bertujuan untuk menggerakkan riset klinis terhadap demam berdarah, TBC dan malaria. Kemitraan yang diberi nama Aliansi NEHCRI ini akan memberikan akses langsung para periset di NITD untuk mendatangi rumah sakit, pasien dan memberi dasar bagi pengembangan klinis obat-obat baru untuk penyakit demam berdarah dan TBC.

Eijkman Institute melakukan riset fundamental dalam area biomedis yang sangat penting bagi Indonesia, termasuk riset berhubungan dengan biologi molekul. Program risetnya dikembangkan sesuai dengan standar international. Di samping itu Eijkman juga akan memberikan fasilitas yang sangat bagus untuk meningkatkan studi biologi molekul dan biokimia dari demam berdarah dan TBC.

Dalam penemuan obat ini diperlukan juga peran dari pihak pemerintah. Dr I Nyoman Kandun MPH dari Departemen Kesehatan RI, mengatakan dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan meningkatkan pelayanan kesehatan, pemerintah melakukan 4 strategi utama: mengerahkan dan memberdayakan masyarakat agar hidup sehat, meningkatkan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, meningkatkan sistem pengawasan, dan memberikan informasi kesehatan serta meningkatkan anggaran kesehatan. (Hanky)

Sumbe :
Edisi Oktober 2008 (Vol.8 No.3), oleh Daniel
http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=961
28 Februari 2009

Sumber Gambar :
http://www.canariasbioregion.org/upload/Image/collagem.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar